Ingin ku…

August 29th, 2008 by mamank

Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalamu’alaikum wr wb,

Dah lama ga  nulis lagi…
Ada yang pengen dituliskan…
Tapi juga bingung untuk menuliskan…

Memang mudah untuk menulis…
Tetapi sulit juga untuk menuliskan…
Ingin menyampaikan suasana hati…
Tetapi mungkin takkan mudah tuk dimengerti…

Yah sudahlah…
Mungkin lain kali…

Wassalamu’alaikum wr wb

Pernah Ditanyakan…

June 7th, 2008 by mamank

Bismillahirrahmaanirrohiim
Assalamu’alaikum wr wb,

Pernah ditanyakan kepadaku…
Apakah kita harus berubah?

Pernah ditanyakan kepadaku…
Bagaimanakah kita harus berubah?

Pernah ditanyakan kepadaku…
Darimanakah kita harus memulainya untuk berubah?

Pernah ditanyakan kepadaku…
Mengapakah kita harus berubah?

Pernah pula ditanyakan kepadaku…
Apakah yang seharusnya kita ubah?

Hmmm… membuatku berpikir…

Memang sudah seharusnya kita berubah…. menuju lebih baik
Untuk kita berubah… lakukanlah dengan cara-cara yang baik
Untuk mulai berubah… mulailah dari sekarang, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri
Kita berubah adalah untuk mendapatkan ridho Allah, karena Allah SWT

Yang seharusnya kita ubah…
Segala hal yang kurang baik… menjadi lebih baik
Segala hal yang mendatangkan murka Allah… menuju ridho Allah
Insya Allah

Adakah hal selainnya?

Wallahu’alam….

Berpikirlah… cermatilah… BERUBAHLAH!!!

Adil itu…

June 7th, 2008 by mamank

Bismillahirrahmaanirrohiim
Assalamu’alaikum wr wb,

Adil dan Keadilan…
Banyak orang sungguh mencarinya…
Banyak orang sungguh mengatakannya…
Banyak orang sungguh mengharapkannya…
Banyak orang pula sungguh memintanya…

Namun…
Berapa banyakkah orang yang sungguh memahaminya?
Berapa banyakkah orang yang sungguh melaksanakannya?
Berapa banyakkah orang yang sungguh mewujudkannya?
Berapa banyakkah pula orang yang sungguh memberikannya?

Adil dan keadilan…
Sungguh kata yang mudah diucapkan…
Sungguh kata yang selalu diharapkan…
Sungguh kata yang selalu kita memintanya dengan sungguh-sungguh…

Namun…
Adakah kita sudah bersungguh-sungguh menerapkannya?
Adakah kita sudah bersungguh-sungguh mewujudkannya?
Adakah kita sudah pula bersungguh-sungguh memberikannya?

Kepada diri kita…
Kepada keluarga kita…
kepada kerabat serta sahabat…
Kepada lingkungan dan masyarakat…

Sudahkah?
Sulit memang… meski hanya untuk menjawabnya…

Kulihat… ternyata…
Semakin tinggi tingkat kekuasaan seseorang
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang
Semakin tinggi tingkat kekayaan seseorang
Tidak otomatis menjadikannya seorang yang adil dan berkeadilan…

Kalau begitu…
Bagaimanakah cara mewujudkannya…
Bagaimanakah cara mendapatkannya…
Bagaimanakah cara memahaminya…
hmmm… aku pun berpikir…

Wallahu’alam

Wassalamu’alaikum wr wb

Bertanya

April 30th, 2008 by mamank

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum wr wb,

Kadang terpikir…
Siapakah aku?
Dimanakah aku?
Sedang apakah aku?
Mencari apakah aku?
Ingin apakah aku?
Mengapakah aku?
Sungguh… kadang kusendiri sulit menjawabnya

Kadang kuteliti sekelilingku…
Sedang apakah mereka?
Apakah yang mereka rasa?
Mencari apakah mereka?
Sudahkah mereka bersiap?
Sungguh… kutaktahu

Setiap orang berjalan…
Mencari… dan mencari…
Entah apa yang dicari…
Entah apa yang digali…
Kemuliaan kah?
Kebahagian kah?
Kekayaan kah?
Dunia kah?
Ketenangan kah?

Yah… begitulah hidup…
Manusia kan terus mencari…
Manusia kan terus menggali…
Sampai sang ajal tiba menjelang…
Mungkin akan tersungging senyum nan ikhlas…
Ataukah penyesalan yang datang terlambat?

Siapa tau…

Wassalamu’alaikum wr wb

Sejenak

April 20th, 2008 by mamank

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Assalamu’alaikum wr wb,

Bertemu teman lama…
Ada suka ada duka…
Saling bertanya dan bercerita…

Masa lalu… tlah berlalu…
Masa kini… sedang dijalani…
Masa depan… terus terpikirkan…

Dulu bersama… kini tlah terpisah…
Dulu bersama menjalin kisah… kini mengenang kisah bersama…
Dulu tersembunyi… kini pun masih tersembunyi…

Jejak perjalanan waktu… penuh lika-liku…
Berjalan mengikuti hasrat… adakah arah dan tujuan?
Suatu saat… suatu saat…

Wassalamu’alaikum wr wb.

Sketsa Jiwa

March 7th, 2008 by mamank

Bismillahirrahmanirrohiim…
Assalamu’alaikum wr wb,

Pagi hari Sabtu…
Ingin ku menulis sesuatu…
Meski bingung apakah itu…
Biarlah kutulis saja dulu

Banyak hal berkecamuk di pikiran…
Meronta tuk mencari jalan…
Adakah pelepasan…
Sehingga batin lega terpuaskan

Di lorong waktu yang kulalui…
Terus berpacu tiada henti…
Seakan tak mau peduli…
Adakah jiwa tertinggal dan mati

Asa dan cita tuk menggapai cinta…
Bukanlah pesona berlapis dusta…
Ingin meraih hidup yang nyata…
Tunduk taat di hadapan Sang Maha Pencipta

Amiin

Alhamdulillahirobbil’alamin
Wassalamu’alaikum wr wb

Sungguh…

April 1st, 2007 by mamank

Assalamu’alaikum wr wb,

Begitu banyak hal yg tidak kumengerti, sungguh…
Smakin menyadarkanku akan keterbatasanku…
Bukanlah aku yang memiliki segala pengetahuan dan ilmu…
Hanyalah sebatas apa yang Allah SWT ajarkan kepadaku…
Maka bersyukurlah… Alhamdulillah

Begitu banyak hal yang membuatku gelisah, sungguh…
Smakin menyadarkanku akan pengharapanku…
Bukanlah aku yang memiliki kuasa untuk menentukan pencapaianku…
Hanyalah sebatas apa yang Allah SWT takdirkan untukku…
Maka ikhlaskanlah… Insya Allah

Begitu banyak hal yang membuatku bersedih, sungguh…
Smakin menyadarkanku akan ketakutanku akan nasibku…
Bukanlah aku yang memiliki kuasa untuk mengampuni segala dosaku…
Hanyalah sebatas apa yang Allah SWT ridhoi dari amal perbuatanku…
Maka beristighfarlah… Astaghfirullah

Begitu banyak hal yang membuatku merasa kecewa, sungguh…
Smakin menyadarkanku akan kelemahan dan kepapaanku…
Bukanlah aku yang memiliki segala kekuatan dan kekuasaan itu…
Hanyalah sebatas apa yang Allah SWT pilihkan yang terbaik untukku…
Maka bersabarlah… la hawla wala quwwata illa billah

Berdzikir selalu mengingat Allah…
Astaghfirullah subhanallah walhamdulillah wala ilaha ilallah wallahu akbar la hawla wala quwwata illa billah
Kita manusia hanyalah makhluk-Nya
Kita manusia adalah hamba-Nya

wassalam

Aneh Memang

March 8th, 2007 by mamank

Assalamu’alaikum wr wb,

Hidup memang aneh… dan saya pun mungkin termasuk dalam keanehan itu.
Setelah sekian lama malang melintang dalam kehidupan dunia ini…
Entah apa sebenarnya yang sudah saya dapatkan…
Entah apa sebenarnya yang sudah saya lakukan…
Entah apa sebenarnya yang saya inginkan…
Entah apa sebenarnya yang saya cari…

Dulu saya merasa yakin…
Inilah yang saya inginkan…
Inilah yang saya dapatkan…
Inilah yang saya lakukan…
Inilah yang saya cari…

Sayang… seribu kali sayang….
Ketika saya melihat sekeliling…
Saya sungguh merasa linglung…
Saya sungguh merasa terasing…
Saya sungguh merasa tersisihkan…

Ketika hati bertanya…
Apakah yang orang lain cari…
Apakah yang orang lain lakukan…
Apakah yang orang lain dapatkan…
Apakah itu bahagia…
Apakah itu nestapa…
Apakah itu airmata…
Apakah itu tawa…
Apakah itu senyum…

Sungguh…
Seringkali saya lihat orang berkata lisannya…
Tapi tidak berlaku sikapnya…
Seringkali saya lihat orang berbuat raganya…
Tapi tidak bersatu jiwanya…

Apakah yang sedang terjadi?
Klo begitu….

Ya sudahlah!!!

Wassalam

Iseng ajah

January 22nd, 2006 by mamank

Assalamu’alaikum wr wb,

Beberapa hari yg lalu ada yg btanya kpd sy…
"Mnurut mamank apa essensi/arti hidup ini?"
Wow… benar2 ptanyaan yg terlihat sederhana namun buat sy sungguh dahsyat dan bgt mdalam…
Tidak mudah utk mjawab ptanyaan ini…
Sy kembali menrawang waktu2 yg tlah blalu…
kilasan2 pjalanan hidup dan ptanyaan2 dihati muncul lg…
Sungguh, ini bukanlah ptama kali ptanyaan itu muncul… tapi tetap saja tdk mudah utk mjawabnya.

Dulu sy sering bdiskusi n btanya jwb dg diri saya sendiri…
"Apa yg kmu cari? Sedang apa kmu dsini? Apa yg kmu inginkan? Untuk apa kmu hidup di dunia ini?"
dan banyak lg ptanyaan2 serupa itu…
Seringkali jwbn yg muncul adalah…
"Bukankah kita  dsini krn Allah… bukankah kita dsini utk mcari ridho Allah SWT? Bukankah kita hidup di dunia ini utk beribadah kpd Allah SWT?"
"Trus… seperti apakah yg namanya beribadah kpd Allah? Bgmnkah kita mencari ridho Allah? Tahu darimana kita klo Allah akan ridho dg apa yg kita perbuat?
Apakah cukup hanya dgn sholat? Apakah cukup dg shaum?  Cukup dg sering mbaca Al-Qur’an? dan ritual2 lainnya?"

Sy seringkali mengamati… btapa banyak org yg rajin sholat… banyak menambah dg sunat
Banyak yg rajin shaum… senin-kamis… dll
Banyak yg rajin mbaca Al-Qur’an, banyak mngikuti Mabit, pengajian, ta’lim, organisasi dan kegiatan2 keagamaan…

Tp sungguh… seringkali pula sy sering melihat btapa banyak yg berprilaku berkebalikan dari yg diajarkan oleh agamanya tsb…
Bukankah Sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar???
Tp knp banyak org yg rajin sholat… tp ttp tdk mampu mjaga sikap?
Knp banyak yg rajin shaum… tp tdk mampu mengendalikan diri???
Banyak mbaca Al-Qur’an tp tidak dpt blajar drpdnya…
Tetap menyukai gibah/gosip/bergunjing… seringkali tdk menepati janji…
Masih suka berkata kotor dan kasar..
Ketika berhutang seringkali lalai dan lupa… meski ditagih, sll mcari2 alasan…
Ketika datang waktu sholat, ditunda2 utk mengerjakannya…
(mungkin dikiranya hidup di dunia ini untuk selamanya ya?)

Ktika sy lihat diri sy sendiri… Subhanallah…
Btapa diri ini msh sering blumur dosa… masih sering lupa kpd Allah…
Masih sering lalai thd kewajiban… masih sering bmaksiat kpd Allah…
Apakah itu dsengaja ato tidak…
Seringkali ktika ingat itu semua… timbul prasaan putus asa… prasaan malu…
Seandainya tidak ingat ada firman Allah :
"… janganlah berputus asa dr rahmat Allah, sesungguhnya rahmat Allah itu sangat luas…"

Hati mcoba bangkit dan btekad… sy tdk ingin mnambah dosa lg… ingin mjd lebih baik lg… amin

Tp itu bukanlah hal yg mudah…
Seringkali sy kembali tjerumus… berbuat dosa lg…
Sungguh… hidup ini sgt melelahkan… apalagi jk hanya sekedar mncari dunia…

Sy pernah diingatkan ktika di rumah teman utk sholat Isya, tp sy jawab nanti aja klo dah pulang…
Tmn saya blg… "Gmn klo kburu mati sblm sholat???"
Sy blg… "Aduhh, jgn ngedoa’in gt donk… jd takutt nih…"

Bbrp hari kmudian… Sy bsama tman2 pergi kongkow2… dtraktir makan2… langsung pergi karaoke
Awalnya smua penuh tawa… penuh canda…  bersenang2…
Sampai lewat tengah malam kami msh berkaraoke… tertawa2… dan saya ingat … sy blom sholat
Meskipun fisik saya tertawa… ikut bnyanyi2…
Tp hati sy tdk tenang… kpikiran bhw sy blom sholat… dan seandainya sy meninggal saat itu dlm kondisi spt itu…

Sungguh… sama skali tdk terasa nikmatnya oleh sy khidupan glamour spt itu…
Tpikirkan oleh sy, btapapun uang sy mlimpah… sy bs pergi kmana pun sy mau… sy bs dapatkan semua yg saya mau…
Tetap hati saya tdk tenang dan bahagia… jika ingat telah lupa sholat… jika ingat akan mati…

Dan sy sering mrasa heran… ktika org mcari uang… btp mrk bsemangat… btp mrk antusias
btp hal itu membuat mereka bingung…
Kadang sy btanya dlm hati… apakah perkara halal dan haram pun tmasuk jd pnilaian mrk dlm mcari uang itu???

Wallahu’alam…

Dah dl ya…

Wassalam

Cangkir Cantiq — Nice Story

October 14th, 2005 by mamank

Assalamu’alaikum wr wb,

Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik “Lihat cangkir itu,” kata si oma kepada suaminya.
“Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si opa.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik.
Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna.
Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.
Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.
Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras.
Stop ! Cukup ! Teriakku lagi.

Tapi orang ini berkata “belum !” Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan.
Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata “belum !”
Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya !
Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku.

Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik.
Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Saudara, seperti inilah Allah membentuk kita.
Pada saat Ia membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak airmata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Allah untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan Allah.

Saudara-saudaraKu, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa UJIAN terhadap IMANMU menghasilkan KETEKUNAN.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kamu MENJADI SEMPURNA dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Alllah sedang membentuk anda. Bentukan - bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai.
Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk anda.

Wassalam