Siraman Rohani

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Para Pecinta Waktu Fajar

Abdul Hamid Al-Bilali

-Taujih ruhiyah, Pesan-Pesan Spiritual Penjernih Hati-

Bab I, hal 21-27

(Mencoba Mengingat dan Memaknai Urgensi Shalat Shubuh)

“Shalat paling berat pelaksanaannya bagi orang-orang munafik ialah shalat Isya’ dan shalat Shubuh. Andai mereka tahu kebaikan pada keduanya, tentu mereka mengerjakannya kendati dengan merangkak.”   (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)

“Dua raka’at shalat Fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.”   (Diriwayatkan Muslim)

“Sungguh, dua raka’at shalat Fajar lebih aku sukai daripada semua dunia.”   (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)

“Siapa mengerjakan shalat Shubuh dan shalat Ashar, ia masuk surga”   (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)

“Siapa pun yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (shalat Shubuh) dan terbenam (shalat Ashar), maka tidak akan masuk neraka.”   (Diriwayatkan Muslim)

Imam Al-Manawi berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberi penekanan khusus pada shalat Shubuh dan shalat Ashar, karena mempunyai nilai lebih dibandingkan shalat-shalat lainnya, atau karena disaksikan malaikat yang bertugas malam dan siang hari, atau karena kedua shalat itu sulit dikerjakan manusia, sebab waktu shalat Ashar adalah waktu sibuk sedang shalat Shubuh adalah waktu sulit. Karenanya, barangsiapa memperhatikan kedua shalat itu, ia pasti memperhatikan shalat-shalat lainnya. Barangsiapa mengerjakan kedua shalat itu dengan konsisten, tentu ia lebih konsisten mengerjakan shalat-shalat yang lainnya dan ia nyaris tidak lalai. Jika ia seperti itu, dosa-dosanya diampuni dan ia masuk surga.”    (Faidhu Al Qadir, jilid VI, hal. 146)

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan shalat Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan.”   (QS. Al-Isra’:78)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda:

“Malaikat yang bertugas malam dan malaikat yang bertugas siang pergi secara bergantian kepada kalian. Mereka bertemu saat shalat Shubuh dan shalat Ashar. Malaikat yang bertugas malam naik, lalu ditanya Allah, padahal Dia lebih tahudaripada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?’ Para malaikat yang bertugas malam menjawab,’Kami tinggalkan mereka sedang mengerjakan shalat dan datang lagi kepada mereka saat mereka mengerjakan shalat’.”   (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply